Candlestick Entry-Exit Strategy E-books
Written By Master on Kamis, 08 April 2010 | 13.46
Analisa Candlestick Pattern
Written By Master on Selasa, 09 Maret 2010 | 21.44
Pola-pola tersebut antara lain:
Hammer / Umbrela
Pola Hammer terbentuk dengan formasi nilai harga penutupannya, berada di atas nilai harga pembukanya atau jauh di atas harga terendahnya, biasanya terdapat ekor yang panjang di bawah body dari candlesticknya dan ukuran panjang ekor rata-rata 2 kali lebih panjang dari body candlenya.
Pola Hammer biasanya terbentuk di dasar pergerakan downtrend yang sedang terjadi, pola ini mencerminkan semakin berkurangnya kekuatan dari trader penjual yang hendak menekan harga pasar, sementara para trader pembeli berbalik mendorong nilai harga ke atas hingga akhirnya nilai harganya ditutup di atas dari nilai harga pembukanya atau jauh di atas nilai harga terendahnya. Pola ini memberikan sinyal pembalik hara trend yang kuat (reversal).
Free candlestick entry-exit strategy e-books
Head And Shoulders
Written By Master on Sabtu, 23 Januari 2010 | 12.05
'Kepala dan bahu' juga merupakan formasi pembalikan arah (reversal formation). Formasi ini terbentuk oleh pergerakan harga naik yang mencapai puncak tertentu, turun sedikit, lalu kembali naik membentuk puncak yang lebih tinggi, turun lagi dan kembali mencoba naik dan membentuk puncak yang lebih rendah. Titik-titik terrendah yang terjadi saat pembentukan puncak, membentuk garis 'neckline'. Garis ini bisa mengarah ke atas maupun ke bawah. Jika garisnya mengarah ke bawah, kemungkinan munculnya pembalikan arah lebih kuat.
Pada contoh chart di atas formasi ;kepala dan bahu' ini tampak cukup jelas. Kepala adalah puncak yang tertinggi dan diapit oleh dua bahu yang puncak-puncaknya tidak melebihi puncak dari kepala.
Pad formasi ini kita bisa mengambil order jual beberapa point di bawah garis neckline. Pada formasi ini kita juga bisa menghitung target keuntungan dengan menghitung jarak antar 'neckline' dan puncak tertinggi dari kepala.
Setelah harga bergerak turun menembus 'neckline', harga akan bergerak turun kurang lebih sejauh jarak antara puncak kepala dan 'neckline'.
Kebalikan Kepala dan Bahu
Pada dasarnya ini sama dengan formasi kepala dan bahu, hanya saja terjadi pada pergerakan harga turun. Formasinya kurang lebih kebalikan dari formasi kepala dan bahu dimana terbentuk sebuah lembah yang diapit oleh dua lembah yang lebih tinggi.
Sama seperti formasi kepala dan bahu tapi dengan posisi kebalikan, pada formasi ini kita bisa meletakkan order beli beberapa di atas garis 'neckline' dengan target kurang lebih sebesar jarak antara neckline dan lembah yang terrendah.
Double Top /Bottom
Double top adalah pola pembalikan arah (reversal pattern) yang biasanya terbentuk setelah gerakan naik yang panjang. Puncak atau 'top' adalah harga tertinggi yang terbentuk saat pergerakan harga naik tertahan pada suatu level yang tidak tertembus. Setelah membentur level ini harga akan berbalik turun beberapa point, tapi kemudian kembali naik untuk mencoiba menembus level yang gagal ditembuis sebelumnya. Jika upaya ini gagal maka terbentuklah formasi 'double top'.
Pada chart di atas tampak bahwa 'double top' terbentuk setelah gerakan naik yang panjang. Perhatikan bahwa puncak yang kedua sedikit lebih rendah dari puncak yang kedua. Ini pertanda kuat bahwa gerakan harga akan berbalik turun karena tekanan dari pembeli sudah hampir habis.
Jika anda melihat formasi 'double-top' anda dapat menempatkan order jual beberapa point di bawah 'neckline' untuk mengantisipasi gerakan turun yang akan terjadi. Beberapa trader sering terjebak dengan melakukan transaksi jual pada harga pasar (market order) saat masih berada di atas 'neckline' dengan maksud mengambil posisi terbaik. Sekalipun kemungkinan besar harga akan turun, tindakan ini tidak disarankan karena bukan tidak mungkin pembeli kembali menemukan kekuatannya dan harga akan masih ergerak ke atas beberapa point yang bukan tidak mungkin akan menghantam stop loss.
Pada chart di atas tampak bahwa setelah membentuk 'double top' harga berbalik arah menembus 'neckline' dan terus bergerak turun.
Double Bottom
Seperti 'double top', 'double bottom' juga merupakan formasi pembalikan arah (reversal formation). Tapi kondisinya terbalik, 'double bottom' muncul setelah gerakan turun yang panjang.
Pada chart di atas terlihat bahwa setelah gerakan turun yang panjang, harga membentuk dua lembah. Ini terjadi karena penjual tidak dapat menembus level tertentu, sekalipun mencoba lagi tetapi tetap gagal dan penjual mulai kehabisan tenaga. Ini terlihat dari lembah kedua yang lebih tinggi dari lembah yang pertama.
Ini pertanda bahwa tekanan jual sudah hampir habis dan pembeli akan membalikkan situasi dengan membuat harga kembali naik. Dalam situasi ini kita bisa memasang order beli beberapa point di atas 'neckline'.
Sama seperti pada formasi 'double top', tidak disarankan untuk mengambil order pada harga pasar saat harga masih berada di bawah 'neckline' karena dalam forex semua kemungkinan bisa terjadi, termasuk kembali menguatnya tekanan penjual yang membuat harga masih bergerak turun.
Segitiga Naik / Turun
Segitiga Naik
Formasi biasanya terjadi di dekat level resistance dimana pembeli berkali-kali berupaya menembus resistance dengan keyakinan yang semakiin tinggi. Ini terlihat dari adanya titik-titik terrendah yang semakin tinggi (higher lows). Meskipun berkali-kali pembeli gagal menembus resistance, keyakinan yang semakin tinggi dan upaya yang berkali-kali biasanya akan membuahkan hasil dimana pihak penjual mulai kehilangan kepercayaan dirinya dan akhirnya mengalah pada desakan pembeli.
Pada chart di atas tampak titik-titik terrendah semakin lama semakin tinggi (higher lows), artinya upaya perlawanan dari pihak penjual untuk menekan harga turun semakin melemah dan sebaliknya upaya pembeli mendesak harga untuk naik semakin agresif. Dengan tekanan semacam ini hampir dapat dipastikan tidak berapa lama lagi pertahanan penjual akan dapat diterobos dan harga akan naik cukup jauh.
Tapi apabila level resistance sangat kuat, bisa jadi pertahanan penjual akan sangat kuat sehingga sekalipun upaya pembeli sangat agresif tetap tidak dapat menembus level resistance. Akibatnya jika keadaan ini berlangsung cukup lama, justru pihak pembeli yang akan kehilangan rasa percaya diri dan kehabisan tenaga untuk mendesak harga naik. Akibatnya harga justru akan kembali turun, setidaknya untuk melakukan konsolidasi sebelum mendesak ke atas lagi jika kekuatan pembeli sudah terkumpul kembali.
Sekalipun yang umumnya terjadi harga akan bergerak lepas ke atas, namun anda harus tetap hati-hati akan kemungkinan sebaliknya. Jika ada formasi ini maka anda dapat mengambil order beli beberapa point di atas level harga.
Pada skenario di atas, pembeli memenangkan pertarungan dan harga bergerak lepas ke atas dengan cepat!
Segitiga Turun
Pada segitiga turun keadaannya merupakan kebalikan dari segitiga naik. Pada formasi ini para penjual yang secara agresif mendesak harga untuk menembus support dan pihak pembeli berada dalam posisi bertahan. Ini dapat terlihat dari terbentuknya titik-titik tertinggi yang semakin rendah (lower highs) yang menandakan aktivitas penjual yang semakin agresif sementara itu upaya pembeli semakin melemah.
Pada chart di atas tampak perlahan-lahan titik-titik tertinggi semakin lama semakin rendah. Pada sebagian besar kasus, biasanya penjual akan memenangkan pertarungan dan harga akan bergerak lepas ke bawah dengan cepat. Tapi bagaimanpun, sama seperti pada formasi segitiga naik, adakalanya level support terlalu kuat sehingga pihak pembeli dapat bertahan cukup lama dan penjual mulai kehilangan rasa percaya diri dan membiarkan harga bergerak naik kembali untuk melakukan konsolidasi.
Jika formasi ini terbentuk, anda bisa mengambil order jual beberapa point di bawah support untuk mengantisipasi gerakan lepas yang terjadi apabila pertahanan pembeli jebol.
Segitiga Simetris
Segitiga simetris adalah formasi chart dimana kemiringan titik-titik 'high' dan titik-titik 'low' menyempit dan bertemu di satu level sehingga membentuk segitiga yang simetris. Jika formasi ini terbentuk maka itu berarti sedang terbentuk 'higher lows' dan 'lower highs' dimana pembeli dan penjual sama-sama tidak memiliki kekuatan untuk mengambil alih kontrol pasar. Tidak ada satupun yang dominan, baik pembeli maupun penjual, sehingga tidak ada kejelasan trend. Keadaan seperti ini disebut juga sebagai konsolidasi untuk gerakan berikut, menunggu adanya pemicu.
Pada chart di atas, terlihat bahwa baik pembeli maupun penjual tidak bisa mendorong harga lebih jauh me urut arah yang mereka inginkan. Tampak yang terjadi adalah titik-titik tertinggi yang semakin rendah (lower highs) dan titik-titik terrendah yang semakin tinggi (higher lows). Karena jarak titik-titik tertinggi dan terrendah semakin menyempit ada kemungkinan akan terjadi gerakan lepas (breakout) tapi belum jelas kemana arahnya.
Kita dapat mengambil keuntungan dari kondisi ini dengan memasang order beli beberapa point di atas level harga dan sekaligus order jual beberapa point di bawah level harga. Dengan cara ini kemanapun harga bergerak lepas, kita bisa mengambil keuntungan dari gerakan tersebut.
Pola Pembalikan Arah Candlestick
Trend Sebelumnya
Suatu pola digolongkan sebagai pola pembalikan arah (reversal pattern) jika ada pola sebelumnya yang mulai melemah dan kesulitan untuk melanjutkan trend. Bullish reversal atau pembalikan arah naik memerlukan adanya trend turun yang ada sebelumnya, sebaliknya bearish reversal atau pembalikan arah turun memerlukan adanya trend naik sebelumnya.
Palu Dan Orang Bergantung
Palu (hammer) dan Orang Bergantung (hanging man) tampaknya sama tapi keduanya memiliki arti yang sangat berbeda, bergantung pada pola pergerakan yang terjadi sebelumnya. Keduanya memiliki badan yang kecil (hitam atau putih), bayangan bawah yang panjang dan bayangan atas yang kecil atau tidak ada.
Palu adalah pola pembalikan arah naik (bullish reversal) yang terbentuk dalam sebuah trend turun.
Saat harga sedang merosot, pola palu memperlihatkan bahwa batas bawah sudah dekat dan harga akan kembali naik. Bayangan bawah yang panjang menunjukkan bahwa penjual berupaya mendorong harga lebih jauh ke bawah akan tetapi pembeli dapat mengatasi tekanan ini dan membuat harga ditutup pada level yang dekat dengan saat pembukaan.
Hanya karena pola palu ini muncul pada sebuah trend turun tidak berarti anda begitu saja dapat membuka posisi beli. Anda memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk memastikan trend turun memang benar-benar sudah habis dan mulai berbalik. Mungkin anda perlu menunggu munculnya sinyal berupa pola candlestick putih dengan level harga penutupan yang lebih tinggi dari level harga pembukaan pada candlestick yang terletak di sebelah kiri palu.
Berbeda dengan pola palu, 'orang bergantung' adalah pola pembalikan arah turun (bearish reversal) yang juga menandai munculnya puncak atau adanya level resistance yang kuat. Ketika harga naik, pembentukan 'orang bergantung' menunjukkan bahwa penjual mulai masuk dan dapat mengatasi tekanan pembeli. Bayangan bawah yang panjang memperlihatkan bahwa penjual berhasil menekan harga selama sesi tersebut meski pembeli masih dapat mendesak harga kembali sehingga ditutup pada harga yang tidak jauh dari level harga pembukaan. Munculnya hanging-man merupakan tanda yang baik bahwa jumlah pembeli yang diperlukan untuk menjaga trend untuk tetap naik sudah mulai berkurang dan tidak lama lagi trend akan berbalik arah.
Palu Terbalik dan Bintang Jatuh
'Palu terbalik' dan 'bintang jatuh' juga tampak sama. Yang membedakan keduanya hanyalah trend yang terjadi sebelumnya. Jika pola ini terjadi setelah trend turun, pola tersebut dinamakan 'palu terbalik'. Sebaliknya jika terjadi setelah trend naik, pola ini dinamakan 'bintang jatuh'. Kedua pola ini memiliki bentuk badan yang kecil dengan bayangan atas yang panjang dan bayangan bawah yang kecil atau tidak ada.
Pola bintang jatuh adalah pola pembalikan arah turun (bearish reversal) yang bentuknya mirip dengan palu terbalik, hanya saja pola ini terjadi pada saat trend harga naik. Bentuk polanya menunjukkan bahwa harga dibuka pada level yang dekat dengan 'low' lalu mulai menguat selama beberapa saat tapi tertekan kembali sehingga ditutup pada harga yang dekat dengan level harga pembukaan. Ini berarti pembeli terus berupaya masuk lebih jauh dan mendorong harga naik akan tetapi penjual mampu mengatasi tekanan ini dan mendesak harga kembali ke level pembukaan. Disini tampak bahwa pembeli mulai kehilangan momentum untuk mempertahankan trend dan sebentar lagi penjual akan mengambil alih kontrol pasar dan membuat trend berbalik arah.