12.48 | 0
komentar | Read More
Tampilkan postingan dengan label Fibonacci. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fibonacci. Tampilkan semua postingan
Fibonacci Retracement
Written By Master on Sabtu, 23 Januari 2010 | 11.54
Prinsip umum dalam bertransaksi forex adalah dengan mengikuti trend. Pada trend bullish (naik), biasanya order beli dilakukan saat harga bergerak turun ke support yang terbentuk oleh rasio fibonacci dengan harapan pada level tersebut harga akan kembali naik melanjutkan trend sebelumnya. Demikian juga pada trend bearish (turun), order jual biasanya dilakukan oleh para trader saat harga bergerak naik kembali menuju resistance yang terbentuk oleh rasio fibonacci.
Di bawah ini adalah contoh sederhana bagaimana rasio fibonacci retracement diterapkan dalam sebuah trend bearish:
11.54 | 0
komentar | Read More
Memahami Fibonacci
Rasio fibonacci banyak digunakan para trader untuk memperkirakan pergerakan harga. Ada dua rasio fibonacci yang banyak digunakan dalam forex: fibonacci retracement & fibonacci extension.
Rasio fibonacci pada mulanya diperkenalkan oleh seorang ahli matematika yang berasal dari Italia bernama Leonardo Fibonacci. Dia menemukan sebuah deret angka sederhana yang secara ajaib mampu menjelaskan gerakan-gerakan dan pertumbuhan yang muncul secara acak di alam semesta.
Deret sederhana itu adalah sebagai berikut:
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,...dst.
Deret angka ini diawali angka 1 lalu diikuti dengan 2 dan kemudian penjumlahan dari kedua angka menghasilkan deretan angka yang berikutnya. 1+2 muncul angka 3, lalu 2+3 muncul angka 5, kemudian 3+5 muncul angka 8 dan seterusnya.
Deret angka ajaib ini kemudian memunculkan rasio ajaib yang didapat dari
pembagian sebuah angka deret pada fibonacci dengan angka berikutnya:
13 : 21 = 0.619
21 : 34 = 0.618
34 : 55 = 0.618
55 : 89 = 0.618
89 : 144 = 0.618
Akhirnya ditemukan sebuah angka rasio fibonacci: 0.618
Berikutnya dengan membagi sebuah angka deret fibonacci dengan angka pada dua deret berikutnya didapatkan rasio fibonacci yang lain:
13 : 34 = 0.382
21 : 55 = 0.382
34 : 89 = 0.382
dan seterusnya....
Untuk keperluan forex, inilah rasio fibonacci yang perlu anda ketahui:
Fibonacci Retracement Levels:
0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764
Fibonacci Extension Levels:
0, 0.382, 0.618, 1.00, 1.382, 1.618
Untungnya anda tidak perlu repot menghitung angka-angka ini. Pada hampir setiap chart biasanya sudah ada fasilitas untuk menghitung rasio fibonacci. Anda cukup menetapkan 'swing-high' dan 'swing-low' yang ada dalam suatu pergerakan mata uang, software akan memberikan perhitungan rasio fibonaccinya. Swing-high adalah candlestick pada bagian puncak yang diapit setidaknya dua candlestick yang lebih rendah, sedangkan swing-low adalah candlestick pada bagian bawah yang diapit oleh dua candlestick yang lebih tinggi.
Trader biasanya menggunakan rasio fibonacci retracement level untuk menetapkan support dan resistance. Sedangkan fibonacci extension level sering digunakan untuk penetapan level 'ambil untung' (profit-taking). Dalam prakteknya fibonacci retracement lebih banyak digunakan dibandingkan fibonacci extension. Para trader menggunakannya untuk menangkap kesempatan 'buy on dip' (beli saat harga turun) pada trend naik atau 'sell on high' (jual saat harga naik) pada trend turun.
Rasio fibonacci pada mulanya diperkenalkan oleh seorang ahli matematika yang berasal dari Italia bernama Leonardo Fibonacci. Dia menemukan sebuah deret angka sederhana yang secara ajaib mampu menjelaskan gerakan-gerakan dan pertumbuhan yang muncul secara acak di alam semesta.
Deret sederhana itu adalah sebagai berikut:
1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,...dst.
Deret angka ini diawali angka 1 lalu diikuti dengan 2 dan kemudian penjumlahan dari kedua angka menghasilkan deretan angka yang berikutnya. 1+2 muncul angka 3, lalu 2+3 muncul angka 5, kemudian 3+5 muncul angka 8 dan seterusnya.
Deret angka ajaib ini kemudian memunculkan rasio ajaib yang didapat dari
pembagian sebuah angka deret pada fibonacci dengan angka berikutnya:
13 : 21 = 0.619
21 : 34 = 0.618
34 : 55 = 0.618
55 : 89 = 0.618
89 : 144 = 0.618
Akhirnya ditemukan sebuah angka rasio fibonacci: 0.618
Berikutnya dengan membagi sebuah angka deret fibonacci dengan angka pada dua deret berikutnya didapatkan rasio fibonacci yang lain:
13 : 34 = 0.382
21 : 55 = 0.382
34 : 89 = 0.382
dan seterusnya....
Untuk keperluan forex, inilah rasio fibonacci yang perlu anda ketahui:
Fibonacci Retracement Levels:
0.236, 0.382, 0.500, 0.618, 0.764
Fibonacci Extension Levels:
0, 0.382, 0.618, 1.00, 1.382, 1.618
Untungnya anda tidak perlu repot menghitung angka-angka ini. Pada hampir setiap chart biasanya sudah ada fasilitas untuk menghitung rasio fibonacci. Anda cukup menetapkan 'swing-high' dan 'swing-low' yang ada dalam suatu pergerakan mata uang, software akan memberikan perhitungan rasio fibonaccinya. Swing-high adalah candlestick pada bagian puncak yang diapit setidaknya dua candlestick yang lebih rendah, sedangkan swing-low adalah candlestick pada bagian bawah yang diapit oleh dua candlestick yang lebih tinggi.
Trader biasanya menggunakan rasio fibonacci retracement level untuk menetapkan support dan resistance. Sedangkan fibonacci extension level sering digunakan untuk penetapan level 'ambil untung' (profit-taking). Dalam prakteknya fibonacci retracement lebih banyak digunakan dibandingkan fibonacci extension. Para trader menggunakannya untuk menangkap kesempatan 'buy on dip' (beli saat harga turun) pada trend naik atau 'sell on high' (jual saat harga naik) pada trend turun.
11.53 | 0
komentar | Read More
Langganan:
Postingan (Atom)