Welcome Guys

Cashback Forex Rebate every day

Insta Forex InstaForex
Best Broker in Asia, Bonus 30% Deposit di Broker regulated, Instan Execution, no requote, WD kilat

Intel FX Broker reguted dan tanpa requote
Dapatkan Welcome Bonus 100% Deposit & 50% setiap Deposit di Broker regulated, 0 spread, Instan Execution, no requote, WD kilat

Master Forex instanst execution and WD
Broker regulated, 2 spread, Instan Execution, no requote, WD kilat

Exness Forex Broker reguted dan tanpa requote
Broker regulated, 0.7 spread, Instan Execution, Leverage 1:1000, Instant WD

Marketiva Broker reguted dan tanpa requote
Broker regulated, Bonus 5$ No Deposit, Streamer System

FXcast - Your Prime Online Forex Broker

Related Post

Tampilkan postingan dengan label Moving Average. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moving Average. Tampilkan semua postingan

Belajar Memahami MACD (Moving Average Convergence Divergence)

Written By Master on Minggu, 19 September 2010 | 04.12

Para trader forex online yang menggunakan analisa teknikal umumnya sudah tak asing lagi dengan indikator yang bernama MACD (Moving Average Convergence Divergence). MACD adalah akronim untuk Moving Average Convergence Divergence. Tool ini digunakan untuk mengetahui perbedaan jarak antara harga terhadap MAnya. Bahkan ada yang menganggap tool ini berfungsi juga untuk mengidentifikasi moving average yang mengindikasikan terjadinya sebuah trend baru, apakah itu bullish atau bearish.

macd

Dengan chart MACD, Anda akan selalu melihat tiga angka yang digunakan untuk settingannya.

  • Angka pertama adalah periode yang digunakan untuk mengkalkulasi moving average yang lebih cepat.
  • Angka kedua adalah periode yang digunakan untuk moving average yang lebih lambat.
  • Dan angka ketiga adalah jumlah bar yang digunakan untuk mengkalkulasi perbedaan antara moving average yang lebih cepat dengan moving average yang lebih lambat.

Sebagai contoh, jika Anda melihat parameter MACD “12,26,9? (yang merupakan settingan default dari kebanyakan paket charting), maka Anda akan menerjemahkannya seperti ini:

  • Angka 12 mewakili 12 bar sebelumnya dari moving average yang lebih cepat.
  • Angka 26 mewakili 26 bar sebelumnya dari moving average yang lebih lambat.
  • Angka 9 mewakili 9 bar sebelumnya dari perbedaan antara kedua moving average tersebut. Hal ini diplot dengan menggunakan garis vertikal yang disebut histogram (garis biru pada chart di atas).

Ada kesalahpahaman yang sering terjadi mengenai garis dari MACD. Dua garis yang digambar bukanlah moving average dari harga. Kedua garis tersebut merupakan moving averages dari PERBEDAAN antara kedua moving averages.

Pada contoh di atas, moving average yang lebih cepat adalah moving average dari perbedaan antara moving averages periode 12 dan 26. Moving average yang lebih lambat memplot rataan dari garis MACD sebelumnya. Sekali lagi, dari contoh di atas, moving average dengan periode 9 adalah moving average yang sebenarnya.

Artinya, kita mengambil rataan dari periode 9 terakhir dari garis MACD tercepat, dan memplotnya pada moving average yang lebih lambat. Dengan begitu akan tercipta garis yang lebih mulus yang memberikan kita garis yang lebih akurat.

Histogram memplot perbedaan antara moving average cepat dan moving average lambat. Jika Anda lihat pada chart yang original, Anda dapat lihat histogram menjadi lebih besar ketika dua moving average dipisahkan. Hal ini disebut divergence, karena moving average yang lebih cepat disebut “diverging (menyimpang)” atau bergerak menjauh dari moving average yang lebih lambat.

Ketika moving averages saling mendekat, histogram menjadi lebih kecil. Hal ini disebut convergence karena moving average yang lebih cepat disebut “converging (memusat)” atau bergerak mendekati moving average yang lebih lambat. Maka dari itu didapatkanlah nama Moving Average Convergence Divergence!!!

MACD Crossover

Karena ada dua moving averages dengan “speeds” yang berbeda, yang lebih cepat pastinya akan lebih cepat bereaksi terhadap pergerakan harga ketimbang yang lebih lambat. Ketika trend baru terjadi, garis yang cepat akan berekasi lebih dulu dan akhirnya “melewati (crossover)” garis yang lambat. Ketika crossover ini terjadi, dan garis yang lebih cepat mulai “diverge” atau bergerak menjauh dari garis yang lebih lambat, biasanya hal ini mengindikasikan sebuah trend baru sedang terbentuk.

moving average convergence divergence

Dari chart di atas, Anda dapat lihat bahwa garis cepat bergerak ke bawah melewati garis lambat dan mengidentifikasi sebuah trend turun baru. Perhatikan ketika garis dilewati, sementara histogram hilang. Hal ini terjadi karena perbedaan antara garis pada saat itu adalah 0. Ketika downtrend dimulai dan garis cepat menyimpang dari garis lambat, histogram menjadi besar, yang merupakan indikasi bagus dari sebuah trend yang kuat.

MACD adalah indikator yang berdasarkan rataan dari harga-harga sebelumnya. MACD mewakili moving averages dari moving averages lainnya dan dimuluskan oleh moving average lainnya. MACD masih merupakan tool yang disukai oleh banyak trader.

04.12 | 0 komentar | Read More

MACD BS Daily

Written By Master on Rabu, 30 Juni 2010 | 11.43




11.43 | 0 komentar | Read More

Exponential Moving Average

Written By Master on Selasa, 29 Juni 2010 | 13.44

Exponential Moving Average (XMA)

XMA merupakan penyempurnaan dari metode SMA. Seperti kita ketahui bahwa pembobotan SMA merupakan penyebab yang mengakibatkan terjadinya keterlambatan sinyal perubahan trend. Pemberian bobot pada XMA sama seperti juga pada WMA, melibatkan periode. Hanya saja perbedaannya jika pada WMA semakin panjang periode yang kita gunakan maka semakin besar bobot nilai terakhirnya, maka pada XMA terjadi sebaliknya yaitu semakin panjang periode yang kita pakai maka semakin kecil pembobotan nilai terakhir yang kita pakai. Secara keseluruhan, peraturan pada XMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja. Berikut contoh penggunaan XMA dengan dua periode yang berbeda. Cara membacanya sama persis dengan SMA

13.44 | 0 komentar | Read More

Weighted Moving Average

Weighted Moving Average (WMA)

WMA ini bisa dibilang berbeda tapi sama dengan SMA. Berbeda sehingga diberi nama lain, Weighted Moving Average. Sama karena metodologi yang digunakan sama, hanya caranya yang berbeda. Biar lebih mudah memahami perbedaanya, kita buat perumpamaan. Andaikan anda mau membeli notebook, harga mana yang anda buat patokan? Harga 2 minggu yang lalu apakah harga dua hari yang lalu? Saya rasa pasti anda memilih harga dua hari yang lalu, karena menurut hemat kita pastilah pergerakan harganya tidak akan jauh berbeda. Bobot penilaian inilah yang diatur oleh WMA. Pada SMA, bobot setiap harga baik dua minggu lalu atau pun dua hari yang lalu memiliki bobot penilaian yang sama. Pada WMA data terakhir memiliki bobot yang lebih besar nilainya dibandingkan harga-harga sebelumnya. Pembobotan nilai pada WMA akan tergantung pada panjang periode yang kita tetapkan. Semakin panjang periode yang ditetapkan, maka semakin besar pula pembobotan yang diberikan pada data terbaru. Secara keseluruhan, peraturan pada WMA adalah sama seperti pada SMA karena memang cara perhitungannya sama hanya memiliki perbedaan pada pembobotan nilai saja. Dibawah ini penggunaan WMA dengan dua periode yang berlainan. Cara membacanya sama dengan SMA

13.43 | 0 komentar | Read More

Simpel Moving Average

Simpel Moving Average (SMA)

Simple Moving Average atau juga disingkat SMA adalah Moving Average paling sederhana dan tidak menggunakan pembobotannya dalam perhitungan terhadap pergerakan closing price. Meskipun sederhana, SMA cukup efektif dalam menentukan trend yang sedang terjadi di market. Cara pembacaannya pun sederhana. Secara garis besar MA dapat digunakan untuk hal-hal berikut:
1. Menentukan trend yang akan terjadi.
2. Menentukan titik support dan resistance.
3. Memuluskan indikator lain yang terlalu bergerigi.

Aplikasi MA paling banyak digunakan untuk memprediksi arah trend sedangkan kegunaan no 2 dan 3 tidak terlalu banyak digunakan. Berikut contoh MA dengan periode 10 yang diterapkan pada GBP/USD periode 1 hari :



Perhatikan bagian yang telah diraster dengan warna biru. Ketika harga bergerak naik, MA berada dibawah dari pergerakan mata uang. Sebaliknya bila MA berpotongan dengan candlestick, trend naik berhenti dan dilanjutkan dengan situasi sideways. Atau ketika trend naik terjadi lalu kemudian MA menembus harga dan berpindah dari bawah menuju keatas, itu merupakan pertanda bahwa trend naik telah berakhir untuk kemudian dilanjutkan dengan trend turun.

Kita juga bisa menggunakan dua buah SMA dengan dua periode yang berbeda. Hasilnya akan sangat menarik.



Dengan penggunaan dua SMA dengan dua periode yang berbeda kita dapat lebih akurat lagi memprediksikan kemana harga akan bergerak. Apabila telah terjadi perpotongan antara harga dengan kedua SMA maka akan dipastikan harga kan berubah arahnya. Pada gambar diatas, apabila MA dengan periode yang lebih kecil-yaitu periode 10 jika di gambar-berada /dibawah/ dari MA yang periodenya lebih besar-pada gambar diwakili dengan periode 15-maka itu merupakan indikasi harga sedang dalam trend turun dan sebaliknya apabila periode lebih kecil /di atas/ dari periode yang lebih besar maka trend mata uang sedang dalam tren naik. Dapat kita catat juga bahwa apabila rentang antara kedua SMA semakin besar maka kemungkinan trend akan terus berlangsung dan bila mulai terjadi penyempitan jarak diantara keduanya dan sampai terjadi perpotongan kembali, bisa disimpulkan bahwa trend sudah berakhir. Mudah bukan? Mengenai periode MA yang digunakan, sayangnya sampai saat ini belum ada aturan pencarian periode yang tepat untuk dipakai. Memang perlu banyak-banyak berlatih dan mencoba (/trial and error/). Perlu Anda catat bahwa penggunaan periode dapat berubah-ubah menurut kebutuhan meskipun pada pair yang sama karena memang kondisi sebuah mata uang adalah dinamis dari waktu kewaktu. Namun berdasarkan pengalaman, disarankan periode yang digunakan tidak lebih besar dari 40. Ini dimaksudkan agar MA tidak kehilangan sensitivitasnya sebagai indikator penentu trend. Semakin besar periode dari MA maka kurva MA yang dihasilkan akan semakin lebar dan tidak sensitif dalam mengakomodasi perubahan harga. Sebaliknya, semakin kecil periode MA maka kurva MA yang dihasilkan menjadi semakin semakin sensitif. Dalam hal ini terlalu sensitif atau tidak sensitif sama sekali bukanlah hal yang baik. Semakin sensitif sebuah kurva MA maka semakin sering sinyal palsu dihasilkan dan membuat trading kita loss. Sebaliknya, semakin tidak sensitif maka sinyal beli atau jual menjadi semakin sedikit yang mengakibatkan kita tidak dapat bertrading.
13.41 | 0 komentar | Read More

KG Fibonanci MA

Written By Master on Kamis, 08 April 2010 | 12.48






12.48 | 0 komentar | Read More

KG MA 1.3

KG MA adalah indikator MA yang disusun oleh KG berdasarkan acuan waktu. Masing-masing garis MA tersebut (seperti halnya MA) menunjukan nilai rata-rata price dalam acuan waktunya. Dalam in dikator KG MA 1.3 ini, acuan waktu yang digunakan adalah 15 menit, 30 menit, 1 jam, 4 jam, 8 jam, daily, weekly, Monthly. Berbeda dengan MA yang kita setting secara manual, Indikator MA ini bersifat multi tife frame, sehingga bisa digunakan di TF berapapun dan secara otomatis nilai yang ditunjukanyapun sama tanpa kita harus merubah settin g periodenya.


Gambar di bawah ini adalah contoh KG MA 1.3




12.01 | 0 komentar | Read More

ySarFBAv2-mtf3






11.56 | 0 komentar | Read More

KG MA

KG MA ini tidaklah jauh berbeda dengan KG MA 1.3, hanya saja periode yang digunakan hanya daily hingga monthly. Dan juga ditambah arsiran untuh mempermudah kita membedakan keberadaan posisi harga





11.45 | 0 komentar | Read More

Overbought dan Oversold pada MACD

Written By Master on Selasa, 30 Maret 2010 | 13.54

Selain untuk mendeteksi perubahan Trend, Kita juga dapat menggunakan MACD sebagai indikator overbought dan oversold. Situasi overbought atau jenuh beli merupakan indikasi bahwa pasar telah mengalami kejenuhan dalam membeli mata uang yang bersangkutan. Jika ini terjadi maka diramalkan akan terjadi penurunan harga dalam beberapa saat kemudian. Begitu juga dengan oversold yang artinya kira-kira jenuh jual. Jika terjadi oversold maka diramalkan akan terjadi penguatan harga menuju titik resistance-nya. Perhatikan gambar dibawah:



Perhatikan ketika histogram beranjak naik keatas dan berada diatas centerline (gari nol) maka harga cenderung bergerak naik dan sebaliknya ketika histogram bergerak turun dan menuju area negatif, harga juga bergerak turun. Garis dibawah centerline (area minus) merupakan wilayah yang disebut oversold area dan diatas centerline (area positif) merupakan wilayah overbought. Penurunan harga sendiri terjadi pada saat histogram meninggalkan area yang bersangkutan.
13.54 | 0 komentar | Read More

MACD untuk Perubahan Trend

Ini adalah kegunaan khas dari MA yang digunakan MACD sebagai MACD line dan triger line. Cara membaca peralihan trend dari Bullish menuju Bearish dan sebaliknya sama dengan cara kita membaca peralihan trend pada MA. Garis digunakan untuk membacanya adalah MACd line dan triger line. Perhatikan lagi gambar dibawah ini:



Persis seperti aturan pada pembacaan MA, pada MACD berlaku aturan apabila MACD line memotong triger line dari bawah maka akan terjadi perubahan trend menuju Bullish trend. Dan berlaku juga sebaliknya apabila MACD line memotong triger line dari atas, maka akan terjadi perubahan trend menuju Bearish trend


13.50 | 0 komentar | Read More

KG MA

Written By Master on Minggu, 20 Desember 2009 | 09.49

MA adalah indikator yang mungkin bisa dikatakan paling familiar bagi umumnya trader forex, baik berbasis meta trader maupun streamer. Bahkan mungkin inilah indikator yang paling simple dan mudah dipahami penggunaanya. Sebagaimana namanya MA adalah indikator yang yang menghitung rata-rata price berdasarkan periode tertentu. Lebih detail silahkan baca di sini. Artinya, kelengkungan dan kecenderungan MA adalah menggambarkan posisi rata price sesuai dengan periode yang di pasangkan pada MA. Itulah mengapa MA dengan periode 4 misalnya, akan berbeda arah ketika di terapkan pada TF yang berbeda, sehingga banyak trader yang menggunakan MA periode tertentu hanya pada tertentu saja. Kelirukah ini? menurut saya tidak & sah-sah saja. Tetapi MA yang akan saya bagikan adalah MA yang telah diset pada periode berdasarkan acuan waktu pada umumnya (15 menitan, 30 menitan, 1 jam-an, 4 jam-an, 8 jam-an, harian, mingguan, nulanan), bukan berdasarkan periode TF. Sehingga MA ini akan sama fungsinya ketika di TF berapapun.

TF 15M



TF 1H


Jika berminat silahkan klik link berikut untuk mengunduh
Image and video hosting by TinyPic
09.49 | 0 komentar | Read More

Moving Average

Written By Master on Jumat, 18 Desember 2009 | 23.59

Di dalam analisa teknikal kita mengenal beberapa alat yang digunakan untuk memprediksi trend pergerakan harga, mengetahui support – resistance serta overbought – oversold. Alat tersebut bekerja berdasarkan data historis di masa lampau, dan kita sebut sebagai indikator. Mengenai indikator ini sudah kita singgug dibagian Analisa Teknikal.Sekarang kita akan membahas lebih dalam lagi untuk indikator, khususnya indikator moving average.

Indikator ini merupakan indikator yang paling sederhana dan merupakan dasar dari banyak indikator. Pada intinya Moving Average (MA) / Rata-rata pergerakan didapatkan dari rata-rata pergerakan yang terjadi dan membentuk sebuah garis/kurva. Dengan menggunakan indikator Moving Average (MA) kita dapat memperkirakan trend atau arah pergerakan yang akan terjadi yang berupa garis lengkung yang mulus (merupakan rata-rata pergerakan naik dan turun).

Moving average sendiri memiliki 3 varian yang berbeda, Simple Moving Average, Weighted Moving Average, dan Exponential Moving Average. Semuanya merupakan metode rata-rata bergerak, hanya saja cara merata-ratakannya berbeda satu dengan yang lainnya. Namun dalam pembacaanya tetap sama dan mengikuti aturan yang berlaku dalam Moving Average. Sebenarnya Moving Average ini memiliki lebih dari 5 varian. Tapi untuk mempersempit dan supaya tidak mudah dipahami, kita hanya akan membahas 3 varian yang sudah disebutkan tadi.

Simpel Moving Average (SMA)

Weighted Moving Average (WMA)

Exponential Moving Average (XMA)


Manakah yang lebih baik, SMA, WMA, ataukah XMA ?

Manakah diantara varian indikator MA ini yang paling baik? Dilihat dari pemberian sinyal bullish atau bearish memang XMA merupakan indikator yang dapat memberikan sinyal yang lebih dini dibanding keduanya, karena XMA memang diciptakan untuk mengeleminir kekekurangan varian MA pendahulunya. Tapi jika pertanyaannya adalah mana yang lebih baik, ini menjadi sangat relatif bergantung pada si pemakai.

Semakin sensitifnya sebuah indikator memang akan menjadi sangat membantu untuk memprediksi harga. Namun sebaliknya, semakin sensitif maka akan semakin banyak juga false signal yang dihasilkan yang artinya bisa saja sinyal yang diberikan ternyata salah atau tidak berlangsung lama. Itu sebabnya kembali bergantung pada sang trader. Jika Anda adalah seorang yang lebih menyukai permainan yang lebih safe, mungkin SMA menjadi lebih cocok dibandingkan varian lainnya. Dan sebaliknya bila Anda menyukai permainan yang lebih beresiko (yang juga berari kemungkinan memperoleh keunutungan akan sama besarnya dengan resiko yang mungkin terjadi) maka XMA akan lebih baik menurut Anda karena lebih responsif dan lebih cepat dalam pemberian sinyal. Jika Anda seorang penganut poros tengah, silakan gunakan WMA. Yang jelas indikator hanyalah sebuah instrumen, kitalah yang menentukan keputusan berdasarkan petunjuk instrumen tersebut.
23.59 | 0 komentar | Read More

Moving Average Convergence Divergence

Moving Average Convergence Divergence atau yang bisa disebut MACD adalah indikator diciptakan oleh Gerald Appel dengan mengambil formulasi seperti Moving Average atau yang biasa juga disebut dengan MA. Didalam MACD terdapat dua bagian yaitu MACD Histrogram dan tiga Line MACD lalu tiga garis MACD tersebut memiliki fungsi dan nama yang berbeda –beda yaitu Triger Line, Centre Line dan MACD Line.
Coba perhatikan gambar berikut:



Kita akan mengetahui mengapa MACD dikatakan mengambil formulasi yang sama dengan MA. Mari kita lihat asal dari garis-garis diatas (MACD line, triger line, Histogram, dan centerline):

MACD line. Secara default fromulasi MACD line adalah : XMA12 - XMA26 yaitu selisih dari XMA periode 12 dengan XMA periode 26. Oleh karena menggunakan XMA, maka sifat-sifat MACD juga akan menyerupai sifat-sifat XMA yaitu memberikan sinyal yang lebih dini dibanding MA lainnya.
Triger line. Secara default triger line adalah XMA9 yang merupakan garis pemicu.
Centerline. Garis biasa. Merupakan garis nol yaitu membatasi histogram negatif dengan histogram positif.
Histogram. Formulasi untuk histogram adalah: MACD line - Triger line. Digunakan sebagai indikasi overbought/oversold.

Bila Anda sudah cukup mahir Anda dapat bereksplorasi dengan menggunakan periode XMA yang berlainan. Mungkin terlintas dipikiran kita mengapa kita harus repot-repot menggunakan MACD yang padahal hanya pengurangan dari XMA saja. Tidak demikian kenyataannya. Melalui formulasi sederhana seperti ini ternyata MACD mampu memberikan informasi bukan hanya trend yang akan terjadi tetapi lebih dari itu. MACD dapat digunakan untuk mengetahui peralihan momentum yang dinilai kuat atau pun lemah, juga dapat dipakai untuk mengetahui kondisi overbought/oversold pada pasar yang dapat memicu peralihan trend.


23.56 | 0 komentar | Read More